KINERJA KEPALA SEKOLAH DINILAI
Tim Penilai Kinerja Kepala Sekolah Kunjungi SMPN 2 Basa Ampek Balai
Tapan, GP
Tim penilaian kinerja kepala sekolah berkunjung ke SMPN 2 Basa Ampek Balai untuk melakukan penilaian kinerja kepala sekolah pada Jum’at 6 Mei 2011. Penilaian meliputi tujuh dimensi yaitu kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, sosial, pedagogik dan pengembangan profesi. Tim pimpin H. Firman, S,Pd dengan anggota Suherman, S.Pd, M.Pd dan Syafrizal, S.Pd, M.Pd.
Dalam penjelasannya dihadapan guru, komite dan siswa, Syafrizal mengemukakan bahwa penilaian kinerja kepala sekolah bertujuan untuk mengetahui dan memperbaiki kompetensi kepala sekolah. “Diharapkan nantinya kepala sekolah yang mempunyai kompetensi bagus, dia akan memimpin sekolah dengan level yang bagus pula” ujarnya.
Ketika diminta tanggapannya, Kepala SMPN 2 Basa Ampek Balai Drs. Syaflir mengatakan siap untuk dilakukan penilaian dan menanggapi positif kegiatan ini. “kami siap untuk dilakukan penilaian dengan tujuh dimensi kompetensi kepala sekolah” kata Drs. Syaflir kepada Gelora Pesisir di ruang kerjanya. “saya menyambut positif kegiatan ini karena dengan penilaian kinerja ini diharapkan terjadi peningkatan kompetensi” sambungnya.
Senada dengan Syaflir, ketua komite SMPN 2 Basa Ampek Balai, Syamsul juga menganggap penting penilaian ini. “saya berharap terjadi peningkatan mutu pendidikan di dimasa dating” katanya. (Sunardi)
CAMAT LANTIK PJS WALI NAGARI LUNANG SELATAN
Lunang Selatan, GP
Camat Lunang Silaut, Darwis, SH atas nama Bupati Pesisir Selatan melantik Zairus Zamwal, S.Sos sebagai Penjabat Wali Nagari Lunang Selatan di kantor Wali Nagari Lunang Selatan. Jum’at 29 April 2011 pukul 10.00 WIB.
Setelah pelantikan dilanjutkan dengan serah terima jabatan antara Tukiyo kepada Zairus Zamwal. Proses pelantikan dilaksanakan dalam sidang Bamus Nagari yang dipimpin ketua Bamus Kustijan, S.PdI.
Dalam pembukaan sidang, Kustijan mengatakan bahwa penggantian wali nagari Lunang Selatan karena Wali Nagari Lunang Selatan mengajukan surat pengunduran diri tanggal 28 Maret 2011 kepada Bamus. Lalu Bamus melanjutkan surat pengunduran diri kepada Bupati Pesisir Selatan melalui Camat Lunang Silaut. Pemerintah Kabupaten menurunkan Tim verifikasi yang dipimpin langsung Kabid Pemerintahan Nagari Badan Pemberdayaan masyarakat, KB dan Perempuan Hasrial Amri. “Semua proses berjalan lancar dan aman” katanya dalam pembukaan sidang.
Pelantikan Zairus Zamwal, berdasarkan Keputusan Bupati Pesisir Selatan Nomor : 140/188/Kpts/BPT-PS/2011 tentang Pemberhentian Wali Nagari dan Pengangkatan Penjabat Wali Lunang Selatan Kecamatan Lunang Silaut. Zairus Zamwal akan menjabat paling lama 6 bulan dengan tugas pokok dan fungsi memfasilitasi pemilihan wali nagari definitive disamping tugas-tugas umum Pemerintahan Nagari.
Dalam sambutanya Darwis, SH menyampaikan pesan kepada penjabat yang dilantik agar dapat menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh dan menjalin kerjasama dengan semua pihak. Disamping itu Pemerintah Kabupaten mengucapkan terimakasih atas tugas-tugas dan tanggung jawab yang telah dilaksanakan Saudara Tukiyo selama kurang lebih satu tahun tiga bulan. “Semoga sukses di tempat tugas yang baru” kata Darwis, SH. (Sunardi)
WALI NAGARI LUNANG SELATAN
Camat Lunang Silaut telah melantik Zairus Zamwal, S.Sos senagai penjabat Wali Nagari Lunang Selatan menggantikan Tukiyo yang mengundurkan diri, di kantor Wali jum’at 29 April 2011 jam 10.00 WIB
Pembelajaran kontekstual
a. Pengertian
Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial, dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/ keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya (Depdiknas).
Pembelajaran kontekstual merupakan suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep ini, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran berlangsung lebih alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa.
b. Langkah-langkah pembelajaran kontekstual
Pembelajaran kontekstual dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja, bidang studi apa saja, dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. Pendekatan Pembelajaran kontekstual dalam kelas cukup mudah. Secara garis besar, langkah-langkah penerapan pembelajaran kontekstual di kelas sebagaimana dikemukakan Nurhadi, dkk (2004:32) sebagai berikut:
1. Kembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya.
2. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk mencapai kompetensi pada semua topik.
3. Bertanya sebagai alat belajar; kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya.
4. Ciptakan masyarakat belajar (belajar dalam kelompok-kelompok)
5. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran, seperti benda-benda, guru, siswa lainya, karya inovasi dll.
6. Lakukan refleksi di akhir pertemuan agar siswa ”merasa” bahwa hari ini mereka belajar sesuatu.
7. Lakukan penilaian yang sebenarnya (authentic assessment) dengan berbagai cara dan dari berbagai sumber.
c. Karakteristik Pembelajaran Kontekstual
Dalam pembelajaran kontekstual, program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru, yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. Dalam konteks itu, program yang dirancang guru benar-benar rencana pribadi tentang apa yang akan dikerjakannya bersama siswanya. Secara umum tidak ada perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensional dengan program pembelajaran kontekstual. Program pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai (jelas dan operasional), sedangkan program untuk pembelajaran kontekstual lebih menekankan pada skenario pembelajarannya.
Beberapa Karakteristik dalam pembelajaran kontekstual menurut Johnson dalam Nurhadi dkk (2004:13), dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Melakukan hubungan yang bermakna (making meaningful connections)
Keterkaitan yang mengarah pada makna adalah jantung dari pembelajaran dan pengajaran kontekstual. Ketika siswa dapat mengkaitkan isi dari mata pelajaran akademik, ilmu pengetahuan alam. Atau sejarah dengan pengalamannya mereka sendiri, mereka menemukan makna, dan makna memberi mereka alasan untuk belajar. Mengkaitkan pembelajaran dengan kehidupan seseorang membuat proses belajar menjadi hidup dan keterkaitan inilah inti dari pembelajaran kontekstual.
2. Melakukan kegiatan-kegiatan yang berarti (doing significant works)
Model pembelajaran ini menekankan bahwa semua proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas harus punya arti bagi siswa sehingga mereka dapat mengkaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sisw
3. Belajar yang diatur sendiri (self-regulated Learning)
Pembelajaran yang diatur sendiri, merupakan pembelajaran yang aktif, mandiri, melibatkan kegiatan menghubungkan masalah ilmu dengan kehidupan sehari-hari dengan cara-cara yang berarti bagi siswa. Pembelajaran yang diatur siswa sendiri, memberi kebebasan kepada siswa menggunakan gaya belajarnya sendiri.
4. Bekerjasama (collaborating)
Siswa dapat bekerja sama. Guru membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok, membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok, membantu mereka memahami bagaimana mereka saling mempengaruhi dan saling berkomunikasi.
5. Berpikir kritis dan kreatif (critical dan creative thinking)
Pembelajaran kontekstual membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi, nerpikir kritis dan berpikir kreatif. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur, kecakapan sistematis dalam menilai, memecahkan masalah menarik keputusan, memberi keyakinan, menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian, ketajaman pemahaman dalam mengembangkan sesuatu.
6. Mengasuh atau memelihara pribadi siswa (nuturing the individual)
Dalam pembelajaran kontekstual siswa bukan hanya mengembangkan kemampuan-kemampuan intelektual dan keterampilan, tetapi juga aspek-aspek kepribadian: integritas pribadi, sikap, minat, tanggung jawab, disiplin, motif berprestasi, dsb. Guru dalam pembelajaran kontekstual juga berperan sebagai konselor, dan mentor. Tugas dan kegiatan yang akan dilakukan siswa harus sesuai dengan minat, kebutuhan dan kemampuannya.
7. Mencapai standar yang tinggi (reaching high standards)
Pembelajaran kontekstual diarahkan agar siswa berkembang secara optimal, mencapai keunggulan (excellent). Tiap siswa bisa mencapai keunggulan, asalkan sia dibantu oleh gurunya dalam menemukan potensi dan kekuatannya.
8. Menggunakan Penilaian yang otentik (using authentic assessment)
Penilaian autentik menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan akademik baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu. Penilaian autentik merupakan antitesis dari ujian stanar, penilaian autentik memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sambil mempertunjukkan apa yang sudah mereka pelajari.
d. Strategi Pembelajaran yang berasosiasi dengan pembelajaran Kontekstual.
Strategi pengajaran yang berasosiasi dengan pembelajaran kontekstual menurut Nurhadi dkk (2004:56) adalah sebagai berikut.
1. Belajar berbasis Masalah (Problem-Based Learning)
Suatu pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pegetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. Dalam pengetahuan dan konsep yang esensi dari mata pelajaran. Dalam hal ini siswa terlibat dalam penyelidikan untuk pemecahan masalah yang mengintegrasikan keterampilan dan konsep dari berbagai isi materi pelajaran. Pendekatan ini mencakup pengumpulan informasi yang berkaitan dengan pertanyaan, mensintesis, dan mempresentasikan penemuannya kepada orang lain.
2. Pembelajaran Autentik (Authentic Instruction)
Suatu pendekatan pengajaran yang memperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna. Ia mengembangkan keterampilan berpikir dan memecahkan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata.
3. Belajar Berbasis Inquiry (Inquiry-Based Learning)
Suatu pendekatan pembelajaran yang mengikuti metodologi sains dan menyediakan kesempatan untuk pembelajaran bermakna.
4. Belajar berbasis Proyek/Tugas (Project-Based Learning)
Suatu pendekatan pembelajaran komprehensif di mana lingkungan belajar siswa (kelas) didesain agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah autentik termasuk pendalaman materi dari suatu topik mata pelajaran, dan melaksanakan tugas bermakna lainnya. Pendekatan ini memperkenankan siswa untuk bekerja secara mandiri dalam mengkonstruk pembelajarannya, dan mengkulminasikan dengan produk nyata.
5. Belajar Berbasis Kerja (Work-Based Learning)
Suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi pelajaran berbasis sekolah dan bagaimana materi tersebut dipergunakan kembali di tempat kerja. Jadi dalam hal ini, tempat kerja atau sejenisnya dan berbagai aktifitas dipadukan dengan materi pelajaran untuk kepentingan siswa.
6. Belajar Berbasis Jasa-Layanan (Service Learning)
Suatu pendekatan pembelajaran yang mengkombinasikan jasa layanan masyarakat dengan suatu struktur berbasis sekolah untuk merefleksikan jasa-layanan tersebut, jadi menekankan hubungan antara pengalaman jasa-layanan dan pembelajaran akademis. Dengan kata lain, pendekatan ini menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru yang diperlukan dan berbagi keterampilan untuk memenuhi kebutuhan dalam masyarkat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya.
7. Belajar Kooperatif (Cooperatif Learning)
Pendekatan pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan. Rosalin (2008:111) mengemukakan bahwa dalam belajar berkelompok siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, tugas dan tanggung jawab. Saling membantu dan berlatih untuk berinteraksi, berkomunikasi karena berkelompok merupakan miniature sebuag masyarakat.
e. Penerapan pembelajaran kontekstual di kelas
Dalam kelas kontekstual, tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru. Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual.
Tentang Saya
- FOTO SUNARDI
Guru SMPN 2 Basa Ampek Balai Nagari Tapan Kab. Pesisir Selatan Sumbar. Lahir 28 November 1975 di Tanjung beringin Lunang. Menyelesaikan Pendidikan SDN 2 Lunang 1988. M.Ts. Darul Ulum Lunang Tahun 1991. MAPK Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang 1994. Menyelesaikan S1 pada Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Padang tamat tahun 2000. dan S2 pada program pascasarjana Magister Teknologi Pendidikan Universitas Bengkulu Tahun 2011. Sebelum menjadi guru di SMP pernah menjadi Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kab. Pesisir Selatan 2003-2006. Orang tuanya transmigran asal Yokyakarta. Sekarang tinggal di Lunang Pesisir Selatan Sumatera Barat.
SMPN 2 BASA AMPEK BALAI
SMPN 2 Basa Ampek Balai terletak di Desa Kubu Kec. Basa Ampek Balai Nagari Tapan Kab. Pesisir Selatan Sumbar, yang berdiri tahun 2002. Walaupun usianya tergolong muda namun telah mampu meraih berbagai prestasi yang membanggakan baik ditingkat kecamatan maupun Kabupaten. Tahun ini saja sekolah mampu meluluskan semua siswanya alis 100 & lulus dengan nilai rata-rata 8,56. Tradisi lulus ini telah berlangsung pada 3 tahun terakhir. Pada bidang lainya seperti olah raga SMPN ini meraih juara 1 sepak takraw tingkat kabupaten disamping lomba cerita bahasa Inggris dengan meraih juara II di kabupaten. Saat ini dipimpin Drs. Syaflir, sosok kepala sekolah yang enerjik, pengayom dan pekerja keras.
Lunang Silaut Nan Menawan
Lunang Silaut sebuah kecamatan yang baru berdiri sendiri tahun 2000 yang dulunya merupakan bagian dari Kecamatan Pancung Soal. Daerah ini sebagian besar penduduknya Transmigran asal Jawa Tahun 1973. Terletak di jalan lintas Padang Bengkulu. Kecamatan ini berbatasan langsung dengan prov Bengkulu. Ekonomi disini berkembang sangat fantastis berkat tanaman kelapa sawit yang telah dinikmati masyarakatnya. Kelapa sawit berkembang pesat, hingga saat ini menjadi andalan ekonomi utama. Seriring dengan itu lunang silaut menjadi tujuan investasi yang menggiurkan khususnya dalam bidang perkebunan, tidak heran bila para investor atau pemilik model berusaha untuk menanamkan uang nya di lunang silaut. Saat ini telah dimulai proyek pembangunan Kota Terpadu Mandiri di Silaut. Maka kalau anda belum berkunjung kesini rasanya kok rugi. Bila anda berkesempatan berkunjung gak akan rugi. Nah kalau ada yang mau penelitian saya siap membantu.
Pelatihan kok nyenengin… ya ini
Biasanya ni yang namanya pelatihan tu kan cepat bikin bosen dan gak betah. Tapi pelatihan yang ini, kok malah nyenengin dan aku jadi betahhhh banget. Ya iya tapi pelatihan apa sich ? ni aku ceritain. aku tu Pelatihan ICT alias Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi Guru di Balai Tekkomdik Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat dari tanggal 9 sampe 14 Agustus 2009 tempatnya di Wisma Syafei Latihan ini gak mbosenin lo. lha emang apa sih materinya :
Pertama kita diajarin Power Point sampe mahir, nah nantinya kalu dah mahir biar kita guru kalau ngajar itu gampang angajarnya dan gampang dimengerti murid, karena dengan media ini materi jadi gampang dimengerti. Nah belajar power point asik banget sampe aku lupa
waktu (tapi gak lupa anak, istri lo). Trus kita diajarin macromedia director nah yang ini gak kalah canggih, tambah keenakkan gitu. Masak cuma itu… e yang terakhir ini weleh-weleh tambah seger ya itu buat email, blog, internet dan tetek mbengeknya. Nah blog saya ini hasil dari latihan itu, bagaimana enak to, mantep to…..
Makasaih banget tuk para instruktur yang dah ngajarin dengan sabar, ramah, dan penuh bimbingan
moga jadi amal ibadah. Jadi pinter, diajarin, makan enak, tidur nyenyak trus pulang dikasih uang saku, wow enak tenan. Nah harapanku pak, buk instruktur, nanti kalau ada pelatihan yang gini lagi untuk tingkat yang lebih tinggi saya mbokya di panggil lagi gitu. jagan lupa yo
wassalam
sunardi


